• Rabu, 1 Mei 2024
  • Redaksi Bimbel Akses

Menurut Edi Subkhan, seorang dosen di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) tetap menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa baru yang ingin menghindari jalur mandiri. Hal ini terutama relevan bagi peserta yang tidak berhasil melalui jalur sebelumnya, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).


Edi menjelaskan bahwa jalur mandiri, terutama di kampus PTN BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum), menjadi opsi utama untuk meningkatkan pendapatan kampus melalui peningkatan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI). SPI adalah biaya pendaftaran yang harus dibayar oleh mahasiswa pada awal perkuliahan. "Karena jalur mandiri memperbolehkan pengenaan SPI, sementara jalur SNBP dan SNBT tidak," kata Edi saat dihubungi pada Selasa, 30 April 2024.


Menurut Edi, minat yang besar untuk masuk ke PTN menunjukkan bahwa masyarakat masih tertarik dengan PTN karena harapan akan fasilitas yang lebih berkualitas dibandingkan dengan kampus swasta, dengan harapan biaya kuliah yang relatif lebih terjangkau. "Asumsi ini timbul karena PTN merupakan tanggung jawab negara dalam menyediakan pendidikan tinggi bagi warganya. Sebagian besar biaya pendidikan di PTN seharusnya ditanggung oleh negara, sehingga biaya kuliahnya lebih terjangkau," ujarnya.



Namun, menurut pengamat pendidikan tersebut, pandangan orang tua dan calon mahasiswa tersebut harus direvisi karena pemerintah hanya mensubsidi PTN BH sekitar 30 persen, sementara sisanya harus dicari oleh kampus sendiri. Hal ini termasuk meningkatkan jumlah mahasiswa yang diterima melalui jalur mandiri dengan menaikkan biaya pendaftaran. "Beberapa kampus bahkan menetapkan bahwa sekitar 50 persen dari total penerimaan mahasiswa baru berasal dari jalur mandiri," katanya.

Persaingan ketat terjadi dalam seleksi UTBK, termasuk UTBK SNBT 2024, karena alasan ini. "Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak orang berharap untuk lulus melalui jalur SNBP atau SNBT agar bisa menghindari biaya pendidikan yang tinggi di PTN secara umum maupun di PTN-BH," katanya.


Pada UTBK 2024, total peserta yang terdaftar mencapai 785.058, dengan 577.989 peserta pada gelombang 1 dan 207.069 peserta pada gelombang 2. Dari jumlah tersebut, peserta harus bersaing untuk mendapatkan kuota pada jalur SNBT sebanyak 247.007. Kuota tersebut dibagi berdasarkan jenjang pendidikan sesuai dengan pilihan peserta, dengan rincian 201.277 untuk sarjana, 24.793 untuk sarjana terapan, dan 20.937 untuk diploma tiga.


Sudah persiapkan dirimu untuk masuk kampus impian? Yuk mulai persiapkan dirimu bersama Bimbel Akses!


TELAH HADIR, BIMBINGAN BELAJAR PERSIAPAN LULUS TES PERGURUAN TINGGI NEGERI PERTAMA, TERBAIK DAN TERSIAP DI INDONESIA TERBUKTI 70% LULUS TES & TERCAPAI MIMPINYA. BAGI KAMU YANG INGIN IKUT SELEKSI MASUK PTN 2024 MULAI PERSIAPKAN DARI SEKARANG YUK BERSAMA BIMBEL AKSES! 


Dengan Bimbingan Belajar Online & Offline yang memiliki kualitas pengajar yang Profesional sudah teruji didukung oleh Soal terupdate 2024 yang sudah berstandar HOTS, Tersedia lebih dari 50.000+ Video Pembelajaran, Tips & Trik Lulus Tes PTN, Tryout UTBK-SNBT, Sehingga Kamu akan semakin Siap Menghadapi Tes masuk PTN 2024 Bersama Bimbel Akses. 



Apa Aja Program Dari Bimbel Akses?

Program persiapan masuk PTN 2024 ini adalah program dari Bimbel Akses dengan FASILITAS yang super lengkap! mau tau programnya apa saja?

Berikut beberapa programnya :

✔️Paket Lengkap SNBP, SNBT, & MANDIRI 5 Bulan

✔️Paket SNBP

✔️Paket SNBT 4 Bulan

✔️Paket Mandiri 1 Bulan


Yuk gabung sekarang dan dapatkan promo dan cashbacknya! Kuota terbatas loh.Syarat dan ketentuan berlaku.Masih ragu untuk gabung kelasnya? Sudah ribuan peserta yang sudah lulus bersama Bimbel Akses, telah dipercaya karena sudah bekerja dengan Kementerian. 


Mau ikut kelasnya?

Daftar di sini

Punya pertanyaan lain?

Hubungi Kami


Referensi: https://nasional.tempo.co/read/1862647/kata-pengamat-soal-tingginya-peserta-yang-berebut-kursi-ptn-lewat-jalur-utbk-snbt

Subscribes Channel Youtube Kami